Britenews - Halo Sobat britenews! Pernah nggak sih kamu lagi santai, terus tiba-tiba muncul perasaan bersalah yang bikin nggak enak hati? Misalnya, lagi asik scrolling TikTok, tapi kok kepikiran tugas atau kerjaan yang belum beres, padahal deadline masih jauh? Nah, kalau iya, kamu mungkin lagi merasakan fenomena yang lagi hits di kalangan Gen Z: Silent Anxiety.
Ini bukan kecemasan yang bikin panik di depan umum, tapi lebih ke rasa cemas diam-diam yang bisa menggerogoti pikiran. Yuk, kita bedah lebih lanjut!
Apa Itu Silent Anxiety?
Bayangkan gini: Kamu lagi rebahan sambil nonton Netflix, tapi di kepala ada suara kecil yang bilang, "Harusnya kamu ngerjain ini itu lho, nanti rugi waktu!" Nah, perasaan nggak nyaman karena merasa nggak produktif ini yang disebut Silent Anxiety.
Ini bukan kecemasan yang bikin kamu attack atau ketakutan berlebihan, tapi lebih ke rasa bersalah mendalam ketika kamu tidak sedang "menghasilkan" sesuatu. Intinya, kita jadi merasa berdosa kalau cuma chill atau istirahat sebentar.
Kenapa Gen Z Rentan Mengalami Ini?
Ada beberapa faktor kenapa "silent anxiety" ini makin menjamur di kalangan Gen Z:
-
Tekanan Produktivitas Ekstrem: Dari kecil kita udah dicekoki target dan standar tinggi. Di kampus, harus cumlaude. Di kantor, harus selalu on fire. Media sosial juga bikin kita banding-bandingin diri sama orang lain yang "terlihat" selalu produktif.
-
FOMO (Fear of Missing Out) & JOMO (Joy of Missing Out): Kalau dulu kita takut ketinggalan event, sekarang kita juga takut ketinggalan "peluang" untuk jadi lebih baik atau lebih produktif.
-
Batas Kerja & Hidup yang Buram: Era work from anywhere bikin batas antara waktu kerja dan waktu istirahat jadi tipis. Laptop di rumah, notifikasi email masuk di malam hari, semua itu bikin kita sulit lepas dari mode "harus kerja".
Dampak Silent Anxiety:
Meski namanya "silent", dampaknya bisa serius, lho! Kalau dibiarkan, ini bisa memicu burnout, sulit tidur, bahkan masalah kesehatan mental yang lebih besar.
Gimana Cara Mengatasinya?
Nggak perlu panik! Ada beberapa cara yang bisa kamu coba:
-
Jadwalkan Waktu Istirahat (Bukan Sisa Waktu): Anggap istirahat itu sama pentingnya dengan kerjaan. Jadwalkan di kalender kamu.
-
"Micro-Retirement" & "Bleisure": Kalau bisa, luangkan waktu sebentar (bisa cuma sehari atau dua hari) buat recharge total. Atau kalau ada dinas luar kota, coba sisihkan waktu buat sedikit jalan-jalan (bleisure).
-
Matiin Notifikasi: Saat jam istirahat atau tidur, mute semua notifikasi kerjaan. Biarkan otakmu istirahat total.
-
Self-Compassion: Nggak apa-apa kok kalau sesekali cuma rebahan atau main game. Kamu bukan robot!
Kesimpulan: Istirahat Itu Hak, Bukan Dosa!
Silent Anxiety adalah pengingat bahwa Gen Z butuh break yang berkualitas. Produktivitas itu penting, tapi kesehatan mental jauh lebih utama. Jadi, yuk mulai belajar untuk memaafkan diri sendiri saat istirahat.
Gimana menurut kalian, Sobat britenews? Pernah ngalamin "silent anxiety" juga? Share cerita dan tips kalian di kolom komentar ya!
Jangan lupa share artikel ini ke teman kamu yang kayaknya butuh banget baca ini!